Kembali
Peternakan

Edukasi Pemanfaatan Ampas Tahu dan Kulit Singkong sebagai Pakan Ternak untuk Optimalisasi Limbah Desa

Pemanfaatan Ampas Tahu dan Kulit Singkong sebagai Pakan Ternak Alternatif kepada Masyarakat oleh Mahasiswa KKN-PPM UGM

Oleh Giyant Elsha Fadzilah
Kegiatan Edukasi
Kegiatan Edukasi
Penyampaian Materi
Penyampaian Materi
Pelaksanaan Workshop
Pelaksanaan Workshop
Dokumentasi Kegiatan
Dokumentasi Kegiatan

Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Unit Desa Ponggok 2026 melaksanakan sosialisasi mengenai Pemanfaatan Ampas Tahu dan Kulit Singkong untuk Pakan Ternak sebagai Upaya Optimalisasi Limbah Desa pada Selasa, 7 Juli 2026 di Musholla Desa Ponggok. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai adanya potensi dari hasil samping produksi tahu serta hasil samping produksi produk-produk berbahan utama singkong. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh peternak, kelompok tani, pelaku industri, serta masyarakat yang memiliki minat terhadap pengembangan usaha peternakan.

Di Desa Ponggok terutama di Dusun Sugihwaras, terdapat banyak industri rumahan yang mengolah singkong serta terdapat pabrik tahu. Singkong banyak diproduksi menjadi makanan khas berupa kolong dan gaplek, sedangkan pabrik tahu setidaknya akan menghasilkan limbah ampas tahu sekitar 100 kg setiap harinya. Banyak dari industri tersebut hanya membuang hasil samping produksinya atau membiarkannya hingga terdekomposisi dengan sendirinya di alam. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar peternak belum memanfaatkan dan belum mengolah hasil samping yang berada di lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan uraian di atas, Desa Ponggok terutama Dusun Sugihwaras memiliki potensi pertanian dan hasil samping agroindustri yang cukup melimpah. Akan tetapi, pengolahan dan pemanfaatannya masih sangat minim. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah pertanian dan agroindustri sebagai bahan pakan ternak yang bernilai guna, sehingga kegiatan penyuluhan menjadi salah satu bentuk edukasi yang relevan dengan kebutuhan peternak.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dusun yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program edukasi serta ucapan terima kasih atas pengetahuan baru yang diberikan. Dalam sambutannya beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan baik oleh pemerintah ataupun dinas terkait, sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat, khususnya peternak di wilayah dusun-dusun.

Memasuki sesi utama, Giyant Elsha sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan sekaligus anggota Tim KKN-PPM UGM Unit Desa Ponggok memaparkan materinya mengenai Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu dan Kulit Singkong yang meliputi alasan mengapa limbah perlu dimanfaatkan, manfaat dari ampas tahu dan kulit singkong bagi ternak serta bagaimana cara pemberiannya. Selain itu disampaikan pula terkait hal hal yang perlu diperhatikan saat pemberian bahan pakan berbasis limbah tersebut kepada ternak. Peserta juga ditunjukkan contoh langsung dari ampas tahu dan kulit singkong yang siap untuk diberikan pada ternak. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan media presentasi dan leaflet agar informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait bagaimana pengolahan yang paling cepat, bagaimana pengolahan yang paling efisien dan baik untuk ternak, hingga berapa jumlah pemberian yang pas untuk tiap tiap ternak yang dimiliki. Diskusi yang berlangsung secara aktif menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam meningkatkan kualitas pengelolaan hasil samping industri agar dapat mengoptimalkan peternakan yang dimiliki.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim KKN-PPM UGM membagikan leaflet edukasi yang memuat informasi mengenai Bahan Pakan Berbasis Limbah Ampas Tahu dan Kulit Singkong. Leaflet tersebut diharapkan dapat menjadi media pengingat bagi masyarakat ketika akan menerapkan praktik pengolahan hasil samping secara mandiri di peternakan masing masing. "Kami mengapresiasi kegiatan penyuluhan ini karena memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah sebagai bahan pakan ternak. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan oleh para peternak sehingga sumber daya yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," ujar Agus, Kepala Dusun Sugihwaras.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pemanfaatan hasil samping industri, tetapi juga memiliki bahan pakan alternatif lain yang turut dapat menurunkan biaya produksi (pakan) yang diperlukan. Penerapan pengolahan dari ampas tahu dan kulit singkong yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu mengurangi risiko penumpukan hasil samping industri serta dapat menurunkan biaya pakan yang selama ini banyak dikeluhkan peternak.

Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan adanya potensi pemanfaatan limbah di sekitar lingkungannya. Sinergi antara masyarakat, pemerintah setempat, dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung pengembangan sektor peternakan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.