Lindungi Ternak, Selamatkan Ekonomi Warga: Sosialisasi PMK pada Peternak di Desa Ponggok
Edukasi Gejala, Cara Penularan, dan Pentingnya Vaksinasi PMK guna Melindungi Kesehatan Ternak serta Ekonomi Warga


Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak luas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Pacitan, telah memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat peternak karena potensi kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, Tim KKN-PPM UGM Sinaran Pacitan mengambil langkah nyata dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi PMK pada Jumat, 3 Juli 2026. Bertempat di Dusun Siwalan, Desa Ponggok, Pacitan, acara ini dihadiri oleh para peternak setempat serta Bapak Kepala Dusun (Kasun) Siwalan yang menyambut baik inisiatif tersebut. Penyampaian materi sosialisasi dibawakan secara langsung oleh Osirisa, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sangat lancar.
Dalam pemaparannya, Osirisa menjelaskan bahwa PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan sangat menular pada hewan ternak berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, hingga babi. Gejala klinis PMK yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, penurunan nafsu makan yang drastis, pembentukan air liur secara berlebihan, luka atau lepuh pada area mulut dan lidah, luka pada kaki yang menyebabkan kepincangan, penurunan produksi susu, bahkan kematian mendadak pada anak ternak akibat infeksi berat. Karena PMK disebabkan oleh virus, sampai saat ini belum ada obat khusus yang dapat membunuh virusnya secara langsung, sehingga penanganan medis berbasis anjuran dokter hewan lebih difokuskan pada pemulihan serta pencegahan infeksi sekunder dan pemenuhan konsumsi air minum yang cukup. Peternak juga diingatkan untuk mewaspadai jalur penularan virus yang dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan sakit, peralatan kandang dan kendaraan pengangkut yang tercemar, sepatu serta pakaian peternak, hingga pakan dan air minum yang terkontaminasi.
Acara yang dipenuhi antusiasme ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peternak Dusun Siwalan memanfaatkan momen tersebut untuk berkonsultasi mengenai kendala kesehatan hewan yang mereka hadapi sehari-hari. Sebagai penutup, Tim KKN-PPM UGM mengingatkan seluruh peserta untuk segera menghubungi dokter hewan atau petugas kesehatan hewan setempat apabila menemukan gejala mencurigakan pada ternak, seperti luka atau lepuh di mulut dan kaki, air liur yang keluar terus-menerus, hilang nafsu makan, demam tinggi, atau ketika beberapa ternak secara bersamaan menunjukkan gejala serupa. Melalui sosialisasi ini, diharapkan peternak di Desa Ponggok semakin siap, sigap, dan tanggap dalam melindungi hewan ternak mereka dari ancaman PMK.