Mahasiswa KKN UGM Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Desa Ponggok
Kegiatan yang dilaksanakan di tiga Posyandu ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).






Mahasiswa KKN UGM Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Desa Ponggok
Pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas hidup. Namun, masih banyak masyarakat yang baru memeriksakan kesehatannya ketika gejala penyakit sudah muncul atau bahkan telah berkembang menjadi lebih serius. Padahal, berbagai penyakit dapat dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat diharapkan dapat mengenali kondisi kesehatannya lebih awal, memperoleh penanganan yang tepat apabila ditemukan faktor risiko penyakit, serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada melaksanakan Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Ponggok sebagai salah satu program kerja bidang kesehatan untuk mendukung program tersebut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan layanan CKG sehingga masyarakat terdorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini penyakit.
Sosialisasi dilaksanakan di tiga lokasi yang bertepatan dengan kegiatan Posyandu, yaitu di Posyandu Banaran pada 7 Juli 2026 yang diikuti oleh 77 peserta, Posyandu Wilayah Ponggok Bawah pada 9 Juli 2026 dengan 92 peserta, serta Posyandu Ponggok Atas pada 14 Juli 2026 yang dihadiri 92 peserta. Pelaksanaan yang diselaraskan dengan jadwal Posyandu bertujuan agar informasi mengenai CKG dapat menjangkau masyarakat yang sedang mengakses layanan kesehatan sehingga penyampaian edukasi menjadi lebih efektif.
Sosialisasi berlangsung selama kurang lebih 30 menit menggunakan metode ceramah dengan media presentasi. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, pengenalan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sasaran penerima manfaat, jenis pemeriksaan yang tersedia sesuai kelompok usia, serta tata cara mengakses layanan CKG melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile, chatbot WhatsApp Kementerian Kesehatan, maupun pendaftaran langsung di Puskesmas.
Mahasiswa KKN UGM juga berpartisipasi aktif membantu pelaksanaan Posyandu bersama bidan desa, perawat Puskesmas, dan kader Posyandu setelah sosialisasi selesai dilakukan. Mahasiswa membantu penimbangan berat badan bayi, balita, dan lansia, pengukuran tinggi badan, pencatatan data peserta, hingga mendukung penyuluhan penggunaan obat kepada masyarakat. Dalam proses pembagian obat, perawat juga melibatkan mahasiswa KKN untuk memberikan penjelasan kepada peserta. "Ini obatnya ya, Pak. Nanti akan dijelaskan oleh Mas dan Mbak Gloria dari Tim KKN UGM Yogyakarta," ujar salah seorang perawat kepada peserta Posyandu. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus membantu kelancaran pelayanan kesehatan di Desa Ponggok.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan dan kader Posyandu. Bidan desa menyampaikan, "Nggih, kegiatan sosialisasi ini sangat baik karena memberikan informasi yang penting untuk kita semua." Salah seorang kader Posyandu juga mengungkapkan rasa terima kasih atas keterlibatan mahasiswa KKN dalam membantu pelayanan kesehatan. "Terima kasih Mas dan Mbak KKN yang sudah membantu kami," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UGM berharap masyarakat Desa Ponggok semakin memahami manfaat Program Cek Kesehatan Gratis dan terdorong untuk memanfaatkannya secara optimal. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai mitra tenaga kesehatan dalam mendukung pelayanan Posyandu. Sinergi antara masyarakat, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan mahasiswa diharapkan dapat terus memperkuat upaya promotif dan preventif sehingga semakin banyak masyarakat yang melakukan deteksi dini penyakit dan menjaga kesehatannya secara berkelanjutan.